Konsepsi Ilmu Budaya Dasar dalam Kesusastraan
“KONSEPSI ILMU BUDAYA DASAR DALAM KESUSASTRAAN”
1.1 Pendekatan Kesusastraan
Ilmu budaya dasar merupakan Basic Humanities, berasal dari bahasa Inggris The Humanities yang dikemukakan oleh Prof. Dr. Harsya Bachtiar. Bachtiar. Adapun istilah Humanities itu sendiri berasal dari bahasa Latin Humanus diartikan sebagai manusiawi, seperangkat sikap dan perilaku manusia, berbudaya. Kata sastra sendiri merupakan kata serapan dari bahasa sansekerta “shastra” yang berarti “teks yang mengandung instruksi” atau “pedoman”, dari kata sas- yang berarti “instruksi” atau “ajaran”. Dalam bahasa Indonesia kata ini biasa digunakan untuk merujuk kepada “kesusastraan” atau sebuah jenis tulisan yang memiliki arti keindahan tertentu. Secara morfologi, kesusastraan dibentuk dari dua kata, yaitu su yang berarti “baik atau bagus” dan sastra yang berarti “tulisan” dengan mendapat imbuhan ke- dan –an. Jadi, kesusastraan berarti segala tulisan atau karangan yang mengandung nilai-nilai kebaikan yang ditulis dengan bahasa yang indah.
Sastra juga memiliki peranan penting dalam kehidupan masyarakat. Hal Ini terjadi karena sastra merupakan ekspresi nilai-nilai kemanusiaan bukan seperti yang terdapat dalam filsafat atau agama. Sastra adalah ekspresi yang sifatnya tidak normative, nilai-nilai yang di sampaikan lebih fleksibel baik isinya maupun cara penyampainnya. Sastra mempermudah manusia dalam berkomunikasi, karena sastra mempergunakan bahasa, dimana dalam konteks kebudayaan, bahasa merupakan suatu ornament terpenting dan bahasa merupakan bagian dari kebudayaan dimasyarakat yang dapat berkembang dan bertahan.
1.2 Ilmu Budaya Dasar yang Dihubungkan dalam Prosa Fiksi
Prosa adalah suatu jenis tulisan yang dibedakan dengan puisi karena variasi ritme yang dimilikinya lebih besar, serta bahasanya yang lebih sesuai dengan arti leksikalnya. Kata prosa berasal dari bahasa Latin "prosa" yang artinya "terus terang". Jenis tulisan prosa biasanya digunakan untuk mendeskripsikan suatu fakta atau ide. Karenanya, prosa dapat digunakan untuk surat kabar, majalah, novel, ensiklopedia, surat, serta berbagai jenis media lainnya. Prosa juga dibagi menjadi dua ,yaitu :
1. Prosa Lama
Prosa lama ialah prosa bahasa indonesia yang belum terpengaruhi budaya barat. Prosa lama cenderung bersifat statis, ceritanya berkisar sekitar kerajaan, istana, keluarga raja dan bersifat feudal. Pembaca dibawa ke alam khayal dan fantasi. Prosa lama umumnya tidak diketahui nama pengarangnya (anonym) dan merupakan warisan leluhur yang diturunkan dari generasi ke generasi biasanya berisi petuah atau nasehat dalam kehidupan sehari-hari. Jenis-jenis prosa lama antara lain dongengh, hikayat, sejarah (tambo), dan epos.
2. Prosa Baru
Prosa baru ialah prosa yang muncul setelah mendapat pengaruh sastra/budaya barat dan dikarang bebas tanpa aturan apa pun. Umumnya prosa baru diketahui secara pasti nama penulis aslinya. Jenis-jenis prosa baru antara lain riwayat, kisah, cerpen, novel, dan roman.
Jenis-jenis prosa diatas merupakan karya sastra yang dibuat dalam bentuk cerita yang didalamnya terdapat pesan moral atau amanat yang beruhubungan dengan masalah-masalah manusia dalam kehidupan. Cerita yang digambarkan dalam dongeng,hikayat,sejarah, dan lain-lain selalu terinspirasi dari apa yang terjadi di masyarakat. Ilmu budaya dasar mengkaji manusia dengan segala permasalahannya, itulah yang menjadi jembatan penghubung antara prosa dengan ilmu budaya dasar.
1.3 Nilai dalam Prosa Fiksi
Sebagai seni yang bertulang panggung cerita, mau tidak mau karya sastra (prosa fiksi) langsung atau tidak langsung membawa moral, pesam atau cerita. Dengan perkataan lain prosa mempunyai nilai-nilai yang diperoleh pembaca lewat sastra antara lain :
1. Memberikan Kesenangan
Kesenangan yang diperoleh dari membaca fiksi adalah pembaca mendapatkan pengalaman sebagaimana mengalaminya sendiri peristiwa yang dikisahkan. Pembaca dapat mengembangkan imajinasinya untuk mengenal daerah atau tempat yang asing, yang belum dikunjunginya atau yang tidak mungkin dikunjungi selama hidupnya.
2. Memberikan Informasi
Fiksi memberikan sejenis informasi yang tidak terdapat didalam ensiklopedi. Dalam novel kita dapat belajar sesuatu yang lebih daripada sejarah atau laporan jurnalistik tentang kehidupan masa kini, kehidupan masa lalu, bahkan juga kehidupan yang akan datang atau kehidupan yang asing sama sekali.
3. Memberikan Warisan Kultural
Prosa fiksi dapat menstimulasi imajinasi, dan merupakan warisan budaya bangsa. Novel seperti Siti Nurbaya, salah asuhan, sengsara membawa nikmat, layar terkembang mengungkapkan impian-impian, harapanharapan, aspirasi-aspirasi dari generasi yang terdahulu yang seharusnya dihayati oleh generasi kini. Novel yang berlatar belakang perjuangan revolusi seperti jalan tak ada ujung, misal menggambarkan suatu tindakan heroism yang mengagumkan dan memberikan kebanggaan, yang oleh generasi muda sekarang tidak lagi mengalami secara fisik itulah jiwa kepahlawanan perlu disentuh melalui hasil-hasil sastra.
4. Memberikan Keseimbangan Wawasan
Lewat prosa fiksi seseorang dapat menilai kehidupan berdasarkan pengalaman dan pengenalan dengan banyak individu. Fiksi juga memungkinkan lebih banyak kesempatan untuk memilih respon-respon emosional atau rangsangan aksi yang mungkin sangat berbeda daripada apa yang disajikan dalam kehidupan sehari-hari.
1.4 Ilmu Budaya Dasar yang Dihubungkan dengan Puisi
Puisi adalah bentuk karangan yang tidak terikat oleh rima, ritme ataupun jumlah baris serta ditandai oleh bahasa yang padat, yang merupakan ekspresi pengalaman jiwa penyair mengenai kehidupan manusia, alam, dan Tuhan. Jenis-jenis puisi diantaranya :
1) Puisi Lama
Puisi yang timbul pada masa masyarakat lama sebelum masyarakat Indonesia terpengaruh oleh kebudayaan asing terutama kebudayaan barat. Macam-macam puisi lama yaitu mantra, pantun, talibun, gurindam, dan syair.
2) Puisi Baru
Puisi-puisi yang timbul pada masa masyarakat baru, setelah masyarakat Indonesia mendapatkan pengaruh kebudayaan barat. Macam-macam puisi baru yaitu distikon, tarzina, kuatren, kuint, sekstet, stanza, dan sonata.
3) Puisi Modern
Puisi-puisi yang timbul ketika masyarakat telah mendapat pengaruh kebudayaan dunia, jadi tidak hanya kebudayaan yang berasal dari barat tetapi juga kebudayaan Rusia, Prancis, Cina, dan lain-lain. Macam-macam puisi modern yaitu balada, romance, elegy, himne, ode, satire.
Puisi dikatakan berhubungan dengan ilmu budaya dasar karena pada puisi terselip makna kehidupan yang seringkali sulit dimengerti namun mengisyaratkan pada manusia agar dapat melihat dan mengerti banyak hal tentang pengalaman hidup sendiri maupun masyarakat lainnya. Melalui puisi ini pula penyair dapat mencurahkan isi hati manusia. Puisi juga memberikan pengetahuan tentang manusia sebagai makhluk sosial dan seringkali menggambarkan keadaan budaya di suatu wilayah.
Sumber :
Herawati, Lili dkk. 2019. Buku Ajar Sastra dan Budaya Lokal Untuk Perguruan Tinggi. Uwais Inspirasi Indonesia. Sidoarjo
https://rezayds.web.id/wp-content/uploads/2018/03/Konsepsi-Ilmu-Budaya-Dasar-Dalam-Kesusastraan.pdf
Comments
Post a Comment